09/05/2014

Kurikulum 2013

Pengertian Kurikulum 2013

Definisi Umum Kurikulum

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja. Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh. (2014, http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum, 20 Mei 2014, 08:49)
Pengertian Kurikulum menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut.

Definisi Kurikulum 2013

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP. (2014, http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_2013, 20 Mei 2014, 08:49)

Rasional Pengembangan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:
a. Tantangan Internal tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan   tenaga   kependidikan,   standar   sarana   dan   prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan
Tantangan internal lainnya adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah di Indonesia dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban.

b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic  Cooperation  (APEC),  dan  ASEAN  Free  Trade  Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for  International  Student  Assessment  (PISA)  sejak  tahun  1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS  dan  PISA.  Hal  ini  disebabkan  antara  lain  banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.
c. Penyempurnaan Pola Pikir

Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:
1) pola   pembelajaran   yang   berpusat   pada   guru   menjadi pembelajaran  berpusat  pada  peserta  didik.  Peserta  didik harus memiliki    pilihan-pilihan    terhadap   materi    yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama;
2) pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi   pembelajaran   interaktif   (interaktif   guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/ media lainnya);
3) pola  pembelajaran  terisolasi  menjadi  pembelajaran  secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet);
4) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains);
5)  pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim);
6) pola   pembelajaran   alat   tunggal   menjadi   pembelajaran berbasis alat multimedia;
7) pola   pembelajaran   berbasis   massal   menjadi   kebutuhan pelanggan (users)    dengan    memperkuat   pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik;
8) pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran      ilmu      pengetahuan      jamak (multidisciplines); dan
9)  pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis. d. Penguatan Tata Kelola Kurikulum
Pelaksanaan  kurikulum  selama  ini  telah  menempatkan kurikulum sebagai daftar Mata pelajaran. Pendekatan Kurikulum
2013 untuk Sekolah Menegah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan diubah sesuai dengan kurikulum satuan pendidikan. Oleh karena itu dalam Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut:
1) tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif;
2) penguatan     manajeman     sekolah     melalui     penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader); dan
3) penguatan    sarana    dan    prasarana   untuk   kepentingan
manajemen dan proses pembelajaran. e. Penguatan Materi
Penguatan materi dilakukan dengan cara pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik.

Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK & Keterampilan Abad 21

Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK telah diluncurkan pemerintah dan dicobakan secara terbatas dan bertahap oleh pemerintah dimulai pada tahun pelajaran 2013-2014 ini. Walaupun peluncurannya terkesan kejar-kejaran dan seperti kurang siap namun Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK tetap diteruskan dengan terus melengkapi dokumen Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK yang diperlukan
Terlepas dari benar atau tidak pertanyaan di atas tetapi ada fenomena yang lain yang pantas kita perhatikan dalam kaitannya dengan urgensi pemberlakuan Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK yaitu Keterampilan Abad 21 (21st Centurys Skill) yang banyak diperbincangkan di belahan dunia utara ...




Anda dapat melihat apa yang dimaksudkan dengan keterampilan-keterampilan abad 21 dengan menggunakan kata kunci 21st century skill.

Keterampilan abad 21 menurut http://www.thoughtfullearning.com/

Learning Skills

  • Critical Thinking        
  • Creative Thinking
  • Collaborating
  • Communicating

Literacy Skills

  • Information Literacy
  • Media Literacy
  • Technology Literacy

Life Skills

  • Flexibility
  • Initiative
  • Social Skills
  • Productivity
  • Leadership

Nah .... setelah melakukan studi banding via website di atas .... Sudahkah ... Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK menjawab tantangan dan kemampuan-kemampuan kehidupan abad 21 untuk anak didik kita ...Post terkait ... http://belajarpedagogi.wordpress.com/pengelolaan-kelas/ ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.