13/10/2013

Jenis Konten/Materi Pembelajaran | Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK

Jenis Konten / Materi Pembelajaran | Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK

Jenis Konten/Materi pembelajaran Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK yang harus disajikan di dalam proses pembelajaran pada umumnya dapat diklasifikasikan kepada salah satu dari 5 jenis konten, yaitu:
  1. fakta
  2. konsep
  3. prosedur
  4. proses
  5. prinsip

Jenis Konten - Fakta Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK

Fakta adalah sesuatu yang unik, salah satu jenis informasi, sesuatu yang berbeda dari bentuk lainnya ... bisa dikatakan tidak ada duanya
Contoh : 
Data tertentu seperti kode dan password, layar antarmuka unik dan bentuk adalah contoh umum dari informasi faktual.
Ada 3 jenis fakta
  1. Fakta konkrit – Fakta-fakta nyata biasanya memiliki bagian dan batas-batas, dan sering beberapa nama identitas model.  seperti: manual manufaktur Toyota Prius XW30 ; Kiehl corn and callus shaver
  2. Data Spesifik – Contoh termasuk dimensi dan berat spesifikasi alat, fitur dan harga produk 
  3. Asosiasi –  Pernyataan yang mewakili asosiasi unik antara konsep-konsep.  Seperti : Bobot maksimum untuk lepas landas pesawat Airbus A350-1000 adalah 298 ton 

Jenis Konten - Konsep Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK

Sekelompok peristiwa, benda atau simbol yang disebut dengan nama yang sama. Konsep adalah representasi mental atau prototipe benda atau ide-ide yang mencakup beberapa contoh spesifik. Semua konsep memiliki fitur kritis atau karakteristik, dan fitur yang tidak relevan. Fitur penting yang selalu dikaitkan dengan konsep tertentu, fitur relevan bervariasi dari contoh spesifik.
2 jenis konsep:
(A)  Konsep kongkrit – mempunyai bagian dan batas-batas sehingga anda dapat menggambar dan memberi keterangan.  Contoh: tang-tang; pedicure accessories
(B) Konsep abstrak – kurang nyata dan tidak langsung bisa diwakili menggunakan gambar.  seperti: resistansi; tekanan; fermentasi 

Jenis Konten - Prosedur Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK

Prosedur adalah serangkaian langkah-langkah yang jelas yang menghasilkan pencapaian tugas pekerjaan rutin.  Prosedur dilakukan dengan cara yang sama setiap kali (dikerjakan) dan dapat ditetapkan secara jelas dalam format langkah demi langkah.
Ada 2 jenis dasar prosedur

(A)   Prosedur linear – dibentuk dari langkah yang ditetapkan secara jelas dan bisa diobservasi, yang umumnya dilakukan dalam urutan yang sama setiap kali dilakukan. 
Contoh: prosedur mengganti oli, prosedur membersihkan riasan
(B)   Prosedur keputusan – terdiri dari 2 atau lebih urutan prosedural linear. Prosedur keputusan seperti sebuah diagram alur.  Saat harus membuat keputusan hal itu akan membawa ke kemungkinan X atau Y. 
Contoh: pencarian kesalahan / kerusakan rangkaian kelistrikan

Jenis Konten - Proses Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK

Prosedur, normalnya bersifat sudah diarahkan, sedangkan proses lebih bersifat deskriptif (menjelaskan). Ia memberitahu bagaimana sesuatu bekerja.  Proses dapat diklasifikasikan menjadi 3 kategori:
(A)  Proses bisnis – menggambarkan organisasi kerja mengalir. Ini adalah kombinasi dari tugas individu yang dilakukan oleh karyawan yang berbeda atau bidang fungsional organisasi. Misalnya: proses penagihan, proses pendaftaran tamu hotel 
(B) Proses teknis – terdiri dari tahap yang melibatkan operasi peralatan.  Misalnya: Bagaimana listrik yang dihasilkan
(C)  Proses ilmiah – fokus pada sistem alami seperti bagaimana terbentuknya tsunami atau bagaimana darah beredar dalam tubuh kita 

Jenis Konten - Prinsip Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK

Tugas berbasis prinsip ini juga dikenal sebagai far transferred task. Tugas yang dilakukan dengan mengadaptasi suatu pedoman/panduan untuk berbagai konteks lingkungan kerja
Contoh: prinsip perencanaan layar; panduan mendisain animasi karakter

Demikianlah Jenis Konten / Materi Pembelajaran | Kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK yang harus dipetakan oleh guru terlebih dahulu agar dapat di susun rencana pelaksanaan pembelajarannya dengan pendekatan yang paling akurat.

Sumber : Diadopsi dari Master Trainer Pedagogy Program (MTPP) Indonesia

11/10/2013

Merancang Pembelajaran berbasis PAIKEM


PAIKEM merupakan akronim dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Kurikulum 2013 atau secara lebih luas cara pandang pendidikan kita yang terbaru mengisyaratkan agar kita para guru mampu merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan untuk mengeksplor semua aspek pada diri siswa yang harus dikembangkan untuk memenuhi standar kompetensi lulusan seperti tertera pada Permendikbud No. 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Aspek-aspek kompetensi siswa yang ingin dikembangkan tersebut meliputi pengetahuan (cognitive), keterampilan (psycomotor) dan sikap/kepribadian (afective). Aspek sikap diri siswa dalam Permendikbud No. 54 tahun 2013 dinyatakan terbagi menjadi 2 (dua) yaitu sikap religius kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sikap sosial kepada lingkungan sosialnya. Pada paradigma pendidikan yang selama ini kita gunakan ketiga aspek pembelajaran tersebut pada dasarnya juga sudah diwacanakan, namun oleh karena praktek pembelajaran yang terjadi cenderung berupa pembelajaran berpusat pada guru (teacher centred learning) aspek sikap baik ranah religius maupun ranah sosial tidak terasah dengan optimal dan menjadi terpinggirkan.
Karena sebab-sebab seperti diuraikan di muka, maka untuk mengasah dan memupuk kompetensi sosial siswa agar berkembang secara optimal maka cara pandang pendidikan kita saat ini berubah. Perubahan paradigma pendidikan ini secara implisit termuat dalam beberapa Peraturan Menteri yang diterbitkan. 

Ciri-ciri Pembelajaran berbasis PAIKEM

Pembelajaran yang memenuhi kriteria PAIKEM adalah pembelajaran yang sudah mengimplementasikan:
  1. pembelajaran berpusat pada siswa (student centred learning) dengan strategi yang divariasi
  2. pembelajaran partisipatif - kolaboratif (participatory learning)
  3. menggunakan media dan alat bantu (teaching aids) yang bervariasi
  4. menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (information & communication technology) yang bervariasi
  5. rencana pengelolaan kelas (classroom management plan) dengan benar 

Langkah Merancang Pembelajaran berbasis PAIKEM

Langkah 1 – Merancang Pembelajaran berbasis PAIKEM - Pemetaan Jenis Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran yang akan disajikan kepada siswa dalam proses pembelajaran terdiri atas :
  • fakta-fakta (facts)
  • konsep-konsep (concepts), 
  • prinsip-prinsip (principts) 
  • prosedur-prosedur (procedures)
Pemetaan ini menjadi langkah yang sangat penting karena melalui tahapan ini guru akan mendapatkan jenis-jenis konten pembelajaran dan berdasar pada pemetaan ini bisa kita pilih dan tetapkan tujuan pembelajaran, tingkat capaian pembelajaran, kemampuan akhir siswa, urutan pembelajaran dibuat dari sederhana ke kompleks dan lain-lain sehingga strategi, media, alat bantu dapat dipersiapkan dengan tepat.
Untuk mempermudah menggambarkan peta konsep materi pembelajaran ini dapat digunakan aplikasi mapping seperti XMIND, MINDMAPPLE dan sebagainya.
Contoh peta konsep materi pembelajaran : 



Dari langkah 1 seperti diurai di atas kita dapat menetapkan ... kompetensi utama yang akan dicapai, landasan teori yang diperlukan, jenis konten teori dan keterampilan, tujuan pembelajaran, hasil akhir pembelajaran.
Jadi dengan pemetaan ini diharapkan guru dapat memilih dengan tepat sasaran konten pembelajaran 

Langkah 2 – Merancang Pembelajaran berbasis PAIKEM - Penetapan Strategi Pembelajaran Secara Garis Besar

Langkah 3 – Merancang Pembelajaran berbasis PAIKEM - Penulisan Rencana Pembelajaran Berbasis PAIKEM

08/10/2013

Pendekatan Saintifik


pendekatan_saintifik
Pendekatan saintifik kurikulum 2013

Pendekatan Saintifik - Sciencetific Approach

Pendekatan Saintifik atau sciencetific adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang dipromosikan sejak diberlakukannya kurikulum 2013. Dalam pendekatan ini siswa diberi kesempatan atau peran sebagai seorang peneliti yang aktif melakukan kegiatan penelitian dan diharapkan kegiatan ini dilakukan secara berkelompok atau bekerja bersama teman. 

Tahapan Pendekatan Saintifik

Kegiatan inti pembelajaran yang menerapkan pendekatan saintifik terdiri atas 5 (lima) tahapan pembelajaran. Pengalaman-pengalaman belajar yang diharapkan dilakukan dengan pendekatan saintifik ini adalah :
  1. mengamati
  2. menanya
  3. mengumpulkan informasi
  4. mengasosiasikan
  5. mengkomunikasikan

Ilustrasi Pendekatan Saintifik

Ilustrasi di samping menunjukkan prinsip pendekatan saintifik yang diimplementasikan untuk melaksanakan kegiatan inti dari suatu pembelajaran. Skema dasar tersebut bisa digunakan untuk Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis PAIKEM atau PAIKEM GEMBROT sesuai tuntutan kurikulum 2013


Kelima pembelajaran pokok   tersebut dapat dirinci dalam berbagai kegiatan belajar sebagaimana tercantum dalam tabel berikut:




LANGKAH PEMBELAJARAN


KEGIATAN BELAJAR

KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Mengamati

Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat)

Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

Menanya

Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati

(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)

Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat

Mengumpulkan informasi/ eksperimen

- melakukan eksperimen

- membaca sumber lain selain buku teks

- mengamati objek/
kejadian/

- aktivitas

- wawancara dengan nara sumber

Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Mengasosiasikan/

mengolah informasi

- mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperi men mau pun hasil dari kegiatan mengamati
dan kegiatan mengumpulkan informasi.

- Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan

Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin,  taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif
dalam menyimpulkan .


Mengkomunikasikan

Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya

Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang Pendekatan Saintifik / scientific approach.