Tampilkan postingan dengan label model pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label model pembelajaran. Tampilkan semua postingan

11/10/2013

Merancang Pembelajaran berbasis PAIKEM


PAIKEM merupakan akronim dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Kurikulum 2013 atau secara lebih luas cara pandang pendidikan kita yang terbaru mengisyaratkan agar kita para guru mampu merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan untuk mengeksplor semua aspek pada diri siswa yang harus dikembangkan untuk memenuhi standar kompetensi lulusan seperti tertera pada Permendikbud No. 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Aspek-aspek kompetensi siswa yang ingin dikembangkan tersebut meliputi pengetahuan (cognitive), keterampilan (psycomotor) dan sikap/kepribadian (afective). Aspek sikap diri siswa dalam Permendikbud No. 54 tahun 2013 dinyatakan terbagi menjadi 2 (dua) yaitu sikap religius kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sikap sosial kepada lingkungan sosialnya. Pada paradigma pendidikan yang selama ini kita gunakan ketiga aspek pembelajaran tersebut pada dasarnya juga sudah diwacanakan, namun oleh karena praktek pembelajaran yang terjadi cenderung berupa pembelajaran berpusat pada guru (teacher centred learning) aspek sikap baik ranah religius maupun ranah sosial tidak terasah dengan optimal dan menjadi terpinggirkan.
Karena sebab-sebab seperti diuraikan di muka, maka untuk mengasah dan memupuk kompetensi sosial siswa agar berkembang secara optimal maka cara pandang pendidikan kita saat ini berubah. Perubahan paradigma pendidikan ini secara implisit termuat dalam beberapa Peraturan Menteri yang diterbitkan. 

Ciri-ciri Pembelajaran berbasis PAIKEM

Pembelajaran yang memenuhi kriteria PAIKEM adalah pembelajaran yang sudah mengimplementasikan:
  1. pembelajaran berpusat pada siswa (student centred learning) dengan strategi yang divariasi
  2. pembelajaran partisipatif - kolaboratif (participatory learning)
  3. menggunakan media dan alat bantu (teaching aids) yang bervariasi
  4. menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (information & communication technology) yang bervariasi
  5. rencana pengelolaan kelas (classroom management plan) dengan benar 

Langkah Merancang Pembelajaran berbasis PAIKEM

Langkah 1 – Merancang Pembelajaran berbasis PAIKEM - Pemetaan Jenis Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran yang akan disajikan kepada siswa dalam proses pembelajaran terdiri atas :
  • fakta-fakta (facts)
  • konsep-konsep (concepts), 
  • prinsip-prinsip (principts) 
  • prosedur-prosedur (procedures)
Pemetaan ini menjadi langkah yang sangat penting karena melalui tahapan ini guru akan mendapatkan jenis-jenis konten pembelajaran dan berdasar pada pemetaan ini bisa kita pilih dan tetapkan tujuan pembelajaran, tingkat capaian pembelajaran, kemampuan akhir siswa, urutan pembelajaran dibuat dari sederhana ke kompleks dan lain-lain sehingga strategi, media, alat bantu dapat dipersiapkan dengan tepat.
Untuk mempermudah menggambarkan peta konsep materi pembelajaran ini dapat digunakan aplikasi mapping seperti XMIND, MINDMAPPLE dan sebagainya.
Contoh peta konsep materi pembelajaran : 



Dari langkah 1 seperti diurai di atas kita dapat menetapkan ... kompetensi utama yang akan dicapai, landasan teori yang diperlukan, jenis konten teori dan keterampilan, tujuan pembelajaran, hasil akhir pembelajaran.
Jadi dengan pemetaan ini diharapkan guru dapat memilih dengan tepat sasaran konten pembelajaran 

Langkah 2 – Merancang Pembelajaran berbasis PAIKEM - Penetapan Strategi Pembelajaran Secara Garis Besar

Langkah 3 – Merancang Pembelajaran berbasis PAIKEM - Penulisan Rencana Pembelajaran Berbasis PAIKEM

27/09/2013

Send a problem

Cara melakukan strategi Send a problem


Prosedur untuk melaksanakan strategi
Penerapan-penerapan
1.    Membuat sejumlah soal (atau meminta siswa untuk menghasilkan soal mereka sendiri). Mencetak atau menempelkan setiap soal pada amplop atau folder.
2.    Mengatur siswa ke dalam Grup 4-5.
3.    Memberikan soal pada setiap kelompok. Setiap kelompok akan melihat soal, membahas solusi & menulis solusi mereka pada selembar kertas. Karya ini dimasukkan ke dalam amplop.
4.    Beri aba-aba kepada kelompok untuk meneruskan amplop ke grup selanjutnya.
5.    Kelompok berikutnya kemudian akan membahas soal tanpa memandang solusi dalam amplop. Demikian pula, setiap kelompok akan menulis solusi mereka pada selembar kertas, memasukkannya ke dalam amplop yang sama & mengirimkannya kepada kelompok lain ketika aba-aba diberikan. Proses ini terus sampai setiap kelompok telah membahas semua soal.
6.    Pada akhir kegiatan, guru dapat membaca (atau mewakilkan pada setiap kelompok untuk membacakan) solusi.
Strategi ini mendorong siswa untuk mendiskusikan dan meninjau materi-materi yang diajarkan sebelumnya, atau untuk melakukan brainstorming untuk kemungkinan menemukan jawaban /solusi untuk suatu soal.


Flash card

Cara melakukan strategi Flash Card:

Prosedur untuk melaksanakan strategi
Penerapan-penerapan
1.    Setiap kelompok siswa diberikan satu set kartu jawaban
2.    Mengajukan pertanyaan ke kelas
3.    Kelompok memilih jawaban yang benar dan mengangkat jawabannya tinggi-tinggi untuk menunjukkan pada guru
4.    Kelompok pertama yang menunjukkan jawaban yang benar adalah kelompok pemenang
5.    Lanjutkan dengan pertanyaan berikutnya
Strategi ini efektif untuk mengingat pengetahuan, secara kompetisi, ini akan mendorong siswa untuk membaca kembali catatan yang diberikan guru


Circle of knowledge

Cara melaksanakan strategi Circle of Knowledge

Prosedur untuk melaksanakan strategi
Penerapan-penerapan
1.  Mengatur siswa ke dalam Grup 4-5. Menunjuk pencatat pada setiap kelompok. 
2.  Memberi pertanyaan dan aba-aba pada siswa untuk mulai menghasilkan ide-ide. Setiap anggota kelompok masing-masing mengambil giliran untuk memberikan respon mereka dan perekam/pencatat menulisnya di selembar kertas. 
3.  Pada akhir waktu yang telah ditentukan, beri aba-aba kepada siswa untuk menghentikan. 
1.  Panggil satu tim untuk memberikan gambaran dari daftar mereka. Tim dengan ide yang sama mencoret gagasan itu dari daftar mereka. Menulis ide di papan/flipchart
2.  Menghentikan kegiatan ketika semua tim telah kehabisan jawaban mereka atau kapan waktu yang telah ditentukan dicapai.
Dalam strategi ini, Semua siswa diberi kesempatan yang sama untuk menyumbangkan ide-ide mereka atau memberikan pandangan mereka, seraya berlatih keterampilan mendengarkan mereka seperti mereka diwajibkan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian untuk ide-ide atau pandangan orang lain. Dapat digunakan untuk menghasilkan ide-ide dalam kelompok.